Pro Evolution Soccer 2019 (PES 2019)
PES 2019: Game Sepak Bola yang Masih Seru untuk Dimainkan
Kalau kamu termasuk orang yang pernah menghabiskan waktu berjam-jam main game sepak bola, nama Pro Evolution Soccer 2019 (PES 2019) pasti sudah tidak asing lagi. Game besutan Konami ini pernah menjadi salah satu pilihan favorit para penggemar sepak bola, terutama bagi mereka yang menyukai gameplay yang terasa realistis dan menuntut keterampilan pemain.
Dirilis pada 2018, PES 2019 hadir dengan sejumlah peningkatan dibandingkan seri sebelumnya. Mulai dari animasi pemain, sistem stamina, mode permainan, hingga kualitas grafisnya. Yuk, kita kenalan lebih jauh dengan game yang satu ini!
PES 2019 dikembangkan oleh Konami Digital Entertainment, perusahaan asal Jepang yang sudah lama berkecimpung di industri game. Seri PES sendiri dikenal juga dengan nama Winning Eleven, terutama di Jepang.
PES 2019 dirilis pada 30 Agustus 2018 dan tersedia untuk PlayStation 4, Xbox One, dan PC/Steam.
Pada saat peluncurannya, Konami membawa slogan “The Power of Football” dan berusaha membuat pengalaman bermain sepak bola terasa lebih hidup. PES 2019 bahkan menghadirkan lebih dari 400 tim, lebih dari 10.000 pemain, serta lebih dari 40 stadion.
Sebelum menjadi PES seperti yang dikenal sekarang, perjalanan game sepak bola Konami sebenarnya sudah dimulai cukup lama.
Seri ini berawal dari J.League Jikkyou Winning Eleven yang dirilis pada 1995. Seiring perkembangannya, seri tersebut menggunakan nama Winning Eleven di Jepang dan kemudian dikenal sebagai Pro Evolution Soccer (PES) di berbagai wilayah lain.
Dari tahun ke tahun, Konami terus mengembangkan gameplay, grafis, lisensi, dan berbagai mode permainan. PES 2019 menjadi salah satu seri penting dalam perjalanan tersebut karena membawa sejumlah perubahan besar, khususnya pada gameplay dan fitur pemain.
Beberapa tahun setelah PES 2019, nama seri ini akhirnya mengalami perubahan besar. Pada 2021, Konami melakukan rebranding dari seri Winning Eleven/Pro Evolution Soccer menjadi eFootball.
Jadi, bisa dibilang PES 2019 merupakan salah satu generasi terakhir dari era PES sebelum akhirnya franchise tersebut beralih ke identitas eFootball.
Gameplay yang Realistis
Salah satu alasan PES punya banyak penggemar adalah gameplay-nya. PES 2019 mencoba membuat setiap pemain terasa memiliki karakteristik berbeda.
Konami memperkenalkan fitur Magic Moments, termasuk 11 skill traits baru yang membuat kemampuan dan gaya bermain pemain semakin terlihat berbeda. Misalnya, pemain dengan kemampuan dribel tinggi akan terasa berbeda ketika digunakan dibandingkan pemain yang lebih unggul dalam passing atau shooting.
Jadi, bukan sekadar menggiring bola lalu menekan tombol shooting. Kamu perlu memahami karakter pemain dan memilih strategi yang sesuai.
Sistem Stamina yang Lebih Terasa
PES 2019 juga memperkenalkan Visible Fatigue. Fitur ini membuat kondisi stamina pemain lebih berpengaruh terhadap performa dan perilaku mereka selama pertandingan.
Ketika pemain mulai kelelahan, performanya bisa menurun dan pergerakannya menjadi tidak seagresif saat masih bugar. Hal ini membuat pergantian pemain dan pengaturan strategi menjadi lebih penting.
Dengan kata lain, jangan terlalu memaksakan pemain berlari dari menit pertama sampai peluit akhir. Bisa-bisa di babak kedua malah kehabisan tenaga!
Grafis yang Menarik
Untuk game yang dirilis pada 2018, PES 2019 menawarkan visual yang cukup mengesankan. Konami menggunakan teknologi Enlighten serta pencahayaan dan bayangan dinamis untuk membuat stadion, rumput, pemain, dan suasana pertandingan terlihat lebih hidup.
Game ini juga mendukung resolusi 4K dan HDR pada platform yang kompatibel. Efek cuaca seperti salju juga kembali hadir.
Master League yang Lebih Menarik
Buat pemain yang lebih suka membangun klub daripada sekadar bermain pertandingan biasa, Master League menjadi salah satu mode yang menarik.
PES 2019 menghadirkan sistem pra-musim International Champions Cup (ICC), sistem negosiasi transfer yang lebih mendalam, serta berbagai penyesuaian liga. Tujuannya adalah memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan menjadi seorang manajer sepak bola.
myClub yang Mendapat Perombakan
Mode myClub juga mendapatkan perubahan cukup besar. Sistem kartu pemain diperbarui dan terdapat High Performance Players, termasuk Legend Players dan Players of the Week yang memiliki peningkatan statistik berdasarkan performa di dunia nyata.
Bagi pemain yang senang membangun tim impian, mode ini bisa menjadi salah satu bagian PES 2019 yang paling bikin ketagihan.
4. Spesifikasi Minimum PES 2019 untuk PC
Nah, sekarang bagian yang biasanya paling ditunggu: apakah PC kamu kuat menjalankan PES 2019?
Menurut manual resmi Konami, spesifikasi minimum PES 2019 untuk PC adalah sebagai berikut:
| Komponen | Spesifikasi Minimum |
|---|---|
| OS | Windows 7 SP1 / 8.1 / 10 64-bit |
| Processor | Intel Core i5-3450 3.10 GHz / AMD FX 4100 3.60 GHz |
| RAM | 8 GB |
| VGA | NVIDIA GTX 650 / AMD Radeon HD 7750 |
| VRAM | 2 GB |
| DirectX | 11.0 |
| Penyimpanan | 30 GB |
| Resolusi | 1280 × 720 |
Pro Evolution Soccer 2019 merupakan salah satu seri PES yang cukup berkesan dalam perjalanan franchise sepak bola Konami. Dikembangkan oleh Konami Digital Entertainment dan dirilis pada 2018, game ini membawa peningkatan pada gameplay, grafis, stamina pemain, Master League, dan myClub.
Kelebihan utamanya terletak pada gameplay yang realistis, perbedaan karakter setiap pemain, serta berbagai fitur yang membuat pertandingan terasa lebih hidup. Untuk PC, spesifikasi minimumnya juga masih tergolong masuk akal untuk ukuran game sepak bola dengan visual seperti yang ditawarkan pada masanya.
Singkatnya, kalau kamu ingin merasakan game sepak bola ala era PES klasik dengan gameplay yang solid, PES 2019 masih layak untuk dicoba. Apalagi kalau tujuan utamanya cuma satu: pilih tim, ajak teman, lalu adu skill sampai lupa waktu!
DOWNLOAD PES 2019
Navigasi
Comments